PUISI CINTA TENTANG HUJAN

Lagu dalam Hujan
Ketika hujan turun dan temurun ke relung kalbu
dengarlah nyanyiannya mewakili sajaksajakku
susah payah kurangkai ribuan lagu
agar kau dengar gemuruh kalimat rindu
tak henti berkilatan dalam batinku
rasakanlah dalam erat dekapanku.
Payungpayung menari di jalanan
rampak menitik berjatuhan, desau angin berbisik di dahan
basah daundaun, basah bungabunga, basah pelataran
menaburkan ombak kenangan dalam genangan
pada kata cinta kutemukan airmata menetes perlahan
kaubiarkan wajahmu kuseka dengan kecupan.

Tiap hujan kita melangkah di celah gemuruhnya
mendengarkan deru hujan merasakan tarian angin
kadang kita tembus derasnya dengan terguyur dalam mesra
berguncangguncang jejak air di atas payung kita
iramanya seperti derap sajak menyusun bait cinta
begitu lembut begitu merdu begitu syahdu.
Kita menyukai hujan. Kita jatuh hati pada hujan
hujan menghapus debu bimbang di kelopak
kembang
mengubah catatan lara menjelma loncatan airmata bahagia
bertaburan rintiknya menggenangi jejakjejak kita
hujan turun dan cintaku menuliskan tetesnya di hatimu
berkacakaca tatapan. Biarkan cinta menitik keabadian.

Puisi Terbaik Lainya

About these ads

19 thoughts on “PUISI CINTA TENTANG HUJAN

  1. Pingback: PUISI CINTA PRAMBANAN | Puisi Puisi Indonesi

  2. Pingback: PUISI cinta di jari manismu. | Puisi Puisi Indonesi

  3. Pingback: PUISI Aku jatuh cinta padamu | Puisi Puisi Indonesi

  4. Pingback: PUISI HATI SEPI | Puisi Puisi Indonesi

  5. Pingback: PUISI SMS Ketika kamu tertidur | Puisi Puisi Indonesi

  6. Pingback: PUISI CINTA DAN WAKTU | Puisi Puisi Indonesi

  7. Pingback: Puisi Selalu Ada Cinta | Puisi Puisi Indonesi

  8. Pingback: PUISI GOMBAL meminjamkan cantik pada senja | Puisi Puisi Indonesi

  9. Pingback: PUISI Matahari selalu meyakinkan kita | Puisi Puisi Indonesi

  10. Pingback: puisi rindu kekasih | Puisi Puisi Indonesi

  11. Pingback: Sampai kapan aku harus begini | Puisi Puisi Indonesi

  12. Pingback: Puisi 1 jam bersama rakyat | Puisi Puisi Indonesi

  13. Pingback: Adalah cinta bergelora | Puisi Puisi Indonesi

  14. Pingback: Menulis Seperti Rindu | Puisi Puisi Indonesi

  15. Pingback: Puisi Embun yang Jatuh Tanpa Ragu | Puisi Puisi Indonesi

  16. Pingback: Selalu Ada Puisi Untukmu | Puisi Puisi Indonesi

  17. Pingback: Melukis Puisi di Matamu | Puisi Puisi Indonesi

  18. Pingback: menetes ke dalam puisi. | Puisi Puisi Indonesi

  19. Pingback: Malam ini kubangun mimpi | Puisi Puisi Indonesi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s