Melukis Puisi di Matamu

MelukisPuisidiMatamu
Matamu sepasang coklat tua yang teduh. Memandangmu, seperti rindang pepohonan di tengah kolam seroja. Aku tercebur. Jatuh dan memelukmu. Dan cinta: berpendar dalam berjuta pixel warna. Memancar di percik bahagia airmatamu.
Dan di sejuk tatapanmu, aku melukis puisi. Sebab di sana ada spektrum airmata. Menghias rindu dalam bias ungu, seperti langit malam menunggu bintang berlabuh. Menggores harapan sejelas mentari di jendela subuh.
Membuat merah wajah kita, setiap kali tak dapat mencegah dahsyatnya ledakan jantung. Dan di sejuk tatapanmu, kaubentangkan kanvas hidupku, dengan satu pelangi mencerahkan seluruh warna langitku dalam satu goresan senyum.
Bulu matamu yang lepas, biar kujadikan kuas, hanya agar semua terlukis seindah rindu padamu. Kutahu tanganku tak mampu mengguratkan warna setajam tatapanmu, tak mampu menorehkan kata selembut ucapanmu.

Puisi Terbaik Lainya

19 thoughts on “Melukis Puisi di Matamu

  1. Pingback: PUISI CINTA PRAMBANAN | Puisi Puisi Indonesi

  2. Pingback: PUISI cinta di jari manismu. | Puisi Puisi Indonesi

  3. Pingback: PUISI Aku jatuh cinta padamu | Puisi Puisi Indonesi

  4. Pingback: PUISI CINTA TENTANG HUJAN | Puisi Puisi Indonesi

  5. Pingback: PUISI HATI SEPI | Puisi Puisi Indonesi

  6. Pingback: PUISI SMS Ketika kamu tertidur | Puisi Puisi Indonesi

  7. Pingback: PUISI CINTA DAN WAKTU | Puisi Puisi Indonesi

  8. Pingback: Puisi Selalu Ada Cinta | Puisi Puisi Indonesi

  9. Pingback: PUISI GOMBAL meminjamkan cantik pada senja | Puisi Puisi Indonesi

  10. Pingback: PUISI Matahari selalu meyakinkan kita | Puisi Puisi Indonesi

  11. Pingback: puisi rindu kekasih | Puisi Puisi Indonesi

  12. Pingback: Sampai kapan aku harus begini | Puisi Puisi Indonesi

  13. Pingback: Puisi 1 jam bersama rakyat | Puisi Puisi Indonesi

  14. Pingback: Adalah cinta bergelora | Puisi Puisi Indonesi

  15. Pingback: Menulis Seperti Rindu | Puisi Puisi Indonesi

  16. Pingback: Puisi Embun yang Jatuh Tanpa Ragu | Puisi Puisi Indonesi

  17. Pingback: Selalu Ada Puisi Untukmu | Puisi Puisi Indonesi

  18. Pingback: menetes ke dalam puisi. | Puisi Puisi Indonesi

  19. Pingback: Malam ini kubangun mimpi | Puisi Puisi Indonesi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s