Puisi Selalu Ada Cinta

Ketika kau tatap mataku di tingkap malam
rembulan menuliskan kisahnya dalam sejilid kalam
bintang sebagai tandamata, kecupan sebagai tandabaca
kau tanyakan padaku: adakah waktu untukku
bukankah sudah menjadi takdir
waktu tercipta untuk mencintaimu.
Malam demi malam kita bertaburan kata
sebuah perjalanan ke surga
percakapan tak ada habisnya, tak ada matinya
halhal kecil segalanya bermakna
kita saksikan: setangkai bulan tumbuh purnama
kita pun terguyur hujan cahaya.
Lalu kaupetik butirbutir sinarnya
kaujadikan hurufhuruf doa
kautaburkan di pelupuk mata dengan dua jarimu
menjelma sepucuk surat teruntai kata mutiara
terangkai fasih bagai karya pujangga
lihatlah lingkar mataku, berpendar karenanya.
Ketika kutatap matamu di kelambu malam
sepasang cahaya memantul ke dalam jantungku
menjelma debar yang menjalar seluruh nadi
kau bertanya padaku: adakah waktu untukku
bukankah termaktub dalam prasasti
kau tercipta menjadi denyut bagi waktuku.


Puisi Terbaik Lainya

19 thoughts on “Puisi Selalu Ada Cinta

  1. Pingback: PUISI CINTA PRAMBANAN | Puisi Puisi Indonesi

  2. Pingback: PUISI cinta di jari manismu. | Puisi Puisi Indonesi

  3. Pingback: PUISI Aku jatuh cinta padamu | Puisi Puisi Indonesi

  4. Pingback: PUISI CINTA TENTANG HUJAN | Puisi Puisi Indonesi

  5. Pingback: PUISI HATI SEPI | Puisi Puisi Indonesi

  6. Pingback: PUISI SMS Ketika kamu tertidur | Puisi Puisi Indonesi

  7. Pingback: PUISI CINTA DAN WAKTU | Puisi Puisi Indonesi

  8. Pingback: PUISI GOMBAL meminjamkan cantik pada senja | Puisi Puisi Indonesi

  9. Pingback: PUISI Matahari selalu meyakinkan kita | Puisi Puisi Indonesi

  10. Pingback: puisi rindu kekasih | Puisi Puisi Indonesi

  11. Pingback: Sampai kapan aku harus begini | Puisi Puisi Indonesi

  12. Pingback: Puisi 1 jam bersama rakyat | Puisi Puisi Indonesi

  13. Pingback: Adalah cinta bergelora | Puisi Puisi Indonesi

  14. Pingback: Menulis Seperti Rindu | Puisi Puisi Indonesi

  15. Pingback: Puisi Embun yang Jatuh Tanpa Ragu | Puisi Puisi Indonesi

  16. Pingback: Selalu Ada Puisi Untukmu | Puisi Puisi Indonesi

  17. Pingback: Melukis Puisi di Matamu | Puisi Puisi Indonesi

  18. Pingback: menetes ke dalam puisi. | Puisi Puisi Indonesi

  19. Pingback: Malam ini kubangun mimpi | Puisi Puisi Indonesi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s