Sering kali kau tanyakan padaku,tentang Cintaku,
Dan juga harapanku…

Sering kali juga ku jawab pertanyaanmu,
Cintaku hanya kamu…
Rasaku hanya untukmu…
Dan Harapanku adalah Ingin memilikimu…

Masihkah kau Ragu atas ketulusan Cintaku…
Atas semua perhatianku padamu…
Semua ku curahkan hanya Untukmu…

Jika memang kau ragu lupakan saja Aku…
Dari pada membuat beban Hatimu…
Keraguan menguasai Jiwamu…

Pelangi di Ujung Waktu

Kembali satu musim telah kulalui

Tanpa ada sesuatu yang berarti

Mungkin musim ini, Ada lembar yang kutulis

Tentang syukur pada musim yang Engkau beri

Rabbi, ada noda dalam kalbu ini

Dari setiap musim yang kulalui

Dalam pencarian jati diri, musim silih berganti

Gelap kadang menyelimuti sinar -Mu, Rabbi

Berapa musim lagi yang bisa kulalui

Hingga akhir desah napas ini

Bisakah akhir musim ini kutitip pesan untuk musim yang kunanti

Untuk bisa mencairkan luka pada hati yang tersisa

Bahwa aku selalu ada dalam musim berikutnya

Izinkan, Rabbi

Angin awal musim ini, hembuskan bahagia untuk jiwa yang sengsara

Biar hujan menghapus duka dalam musim yang berganti

Ada harap yang kusimpan pada mekar bunga yang kutanam

Untuk bisa membuat indah akhir usim ini

Walau aku mungkin tak lagi di sini, Rabbi

View original post

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s