Kurasakan pahit dan pedihnya hati
Melihat kenyataan hidup
Yang jauh dari kedamaian…
Diri ini bagai bunga yang layu…
Tak pernah dirawat dan disayangi…
Selalu dibiarkan dalam sepinya hidup..

Bunga itu layu dalam sudut kehidupan
Yang tanpa daya, menopang segala beban
Sungguh ia tak ingin mengantungkan hidupnya pada siapapun…

Tapi, sehebat apapun bunga itu…?
Pasti ia, akan tetap membutuhkan bunga yang lain…
Karena ia hanya bunga yang layu,,,
Yang tak selalu bisa berdiri tegak dalam hembusan angin yang semakin kuat…

Diri ini bagai bunga layu
Yang hanya diambil dan disayangi apabila dibutuhkan…
Dan dihempaskan, setelah tidak dipergunakan lagi…

Mungkin masih tersimpan di sudut hati ini…
Sebuah rasa sayang yang tiada terkira…
Dan beribu – ribu kali, hati ini ingin mengadu…
Namun, tak tau kepada siapa harus mengadu…
Kecuali, hanya kepada Allah…
Dzat Yang Maha Mendengar…

Walaupun pedih dan sakitnya hati ini
Namun, diri ini yakin bahwa semuanya…
Akan baik – baik saja…
Mengingat bahwa bunga yang layu itu…
Tak akan selamanya layu ….

Puisi Malamku Bernyanyi

Dibatas resah yang menggumpali hati
Kusematkan berjuta luka kelam
Menghantar kepergianmu dikesunyian malam
Matamu masih saja menenggelamkan rasa.

Dan aku menangisi luka
Dan aku meneriakkan lara
Sementara kamu diam tanpa suara
Sementara kamu hilang tanpa kata.

Aku, disini, sendiri, sepi…..
Aku coba mendaur hidup semampu  hati
Semoga menjadikan kisah kita lenyap
Meski hati kita mencoba melekatkannya..

Maaf telah melepasmu
Maaf telah membunuh kisah kita
Maaf…..

View original post

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s