yonasukmalara

“Berapa umurmu Kak?” Tanya nyokap kemarin sore. “28. ” Sahutku. Nyokap kaget, “Udah segitu? Kalo ditanyain orang-orang, Mama jawabnya baru 25. ” Kata Nyokap lagi. Aku cuma mendengus kayak kuda. 25 dari Hongkong. Ujarku dalam hati. “Nggak takut keriput dan gelambir kak?” Tanya Nyokap. Aku menggeleng. “Kapan menikah? Mama udah kepengen nimang cucunih!” Yah, kalo jodoh ditangan akusih gampang. Begitu akil baligh aku langsung kawin aja, ngapain lama-lama kalau udah tahu dia yang bakalan jadi jodohku. Lah, emangnya aku yang nentuin siapa jodoh aku, kapan aku kawin dan lain-lain. Akhirnya aku cuma bisa bilang, “Kapan-kapan deh!” Sambil nyengir asem.

Perempuan, usia dan jodoh. Adalah satu paket topik pembicaraan yang panjang dan nggak ada habis-habisnya. Dan aku yang sudah usia segini, single (bukan nggak ada yang mau, tapi yang mau kualifikasinya kurang tepat denganku) rasanya selalu jadi bulan-bulanan dalam acara keluarga dan kumpul-kumpul keluarga besar. Aku sendiri bukannya takut dengan pernikahan…

View original post 290 more words

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s